Mengenal Allah dengan Cinta (harapan). Hanya saja, jika Hasan al-Bahsri mengabdi kepada Allah didasarkan atas ketakutan masuk neraka dan harapan untuk masuk surga, maka mahabbah Rabi'ah justru sebaliknya. Ia mengabdi kepada Allah bukan lantaran takut neraka maupun mengharapkan balasan surga, namun ia mencinta Allah lebih karena Allah semata. Sikap cinta kepada dan karena Allah semata ini misalnya tergambar dalam syair Rabi'ah sebagai berikut: Suatu ketika, Rabiah al-Adawiyah makan bersama dengan keluarganya. Sebelum menyantap hidangan makanan yang tersedia, Rabi'ah memandang ayahnya seraya berkata, Ayah, yang haram selamanya tak akan menjadi halal. Apalagi karena ayah merasa berkewajiban memberi nafkah kepada kami. Ayah dan ibunya terperanjat mendengar kata-kata Rabi'ah. Makanan yang sudah di mulut akhirnya tak jadi dimakan. Ia pandang Rabi'ah dengan pancaran sinar mata yang lembut, penuh kasih. Sambil tersenyum, si ayah lalu berkata, Rabi'ah, bagaimana penda...
Merekatkan ukhuwah, menambah wawasan..