Langsung ke konten utama

Postingan

Tauhid dan Marifatullah

Menurut   Syeikh Ibnu Athaillah As-Sakandari,   siapapun yang merenung secara  mendalam akan menyadari bahwa semua makhluk sebenarnya menauhidkan Allah SWT lewat tarikan nafas yang halus. Jika tidak, pasti mereka akan mendapat siksa. Pada setiap zarah, mulai dari ukuran sub-atomis (kuantum) sampai atomis, yang terdapat di alam semesta terdapat rahasia nama-nama Allah. Dengan rahasia tersebut, semuanya memahami dan mengakui keesaan Allah. Allah SWT telah berfirman, Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri atau pun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari (QS 13:15).  Jadi, semua makhluk mentauhidkan Allah dalam semua kedudukan sesuai dengan rububiyah Tuhan serta sesuai dengan bentuk-bentuk ubudiyah yang telah ditentukan dalam mengaktualisasikan tauhid mereka. Lebih lanjut Syeikh mengatakan bahwa sebagian ahli makrifat berpendapat bahwa orang yang bertasbih se...

7 GOLONGAN DALAM NAUNGAN ALLAH

Dalam hadits Nabi dikatakan, bahwa di akhirat kelak, pada saat manusia dikumpulkan di padang mahsyar, matahari berada sejengkal di atas kepala manusia, maka manusia merasa kepanasan dan berkeringat sesuai dengan amalannya masing-masing, ada yang keringatnya hanya sampai telapak kaki, lutut, bahkan ada yang sampai kepalanya, pada saat seperti ini, ada tujuh golongan manusia yang dinaungi oleh Allah dan mendapatkan rahmatnya, yaitu : 1. Seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah swt. Bagi seorang remaja/pemuda, perilaku itu sangat langka, karena masa remaja adalah masa yang sangat peka.            Karena jarangnya remaja seperti itulaj maka layak kalau dia disebut salah satu golongan dari tujuh golongan yang    mendapatkan naungan di akhirat kelak. 2. Pemimpin yang adil dan jujur.  Yaitu pemimpin yang dalam kebijakannya selalu disesuaikan dengan hukum Allah dan dalam tindakannya tidak memihak pada golongan, sehingga yang benar d...

PUASA DAN KECERDASAN SPIRITUAL & EMOSIONAL

Allah swt menganugerahi setiap manusia nafsu dan dorongan syahwat serta memperindah hal itu dalam dirinya (QS. [3]: 14), agar menjadi pendorong utama     “memelihara diri” dan “memelihara  jenis”. Dari keduanya lahir aneka dorongan, seperti memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, keinginan untuk memiliki, dan hasrat untuk menonjol.  Semuanya berhubungan erat dengan dorongan (fithrah) memelihara diri, sedangkan dorongan seksual berkaitan dengan upaya manusia memelihara jenisnya. Setan seringkali juga memperindah hal-hal tersebut pada diri manusia, guna melengahkan manusia dari tugas kekhalifaan. Seks, jika diperindah setan, maka ia dijadikan tujuan.  Cara dan dengan siapapun, tidak lagi diindahkan. Kecintaan kepada anak, jika diperindah setan maka subyektivitas akan muncul. Bahkan, atas nama cinta,  orang tua membela anaknya walau salah. Harta jika dicintakan setan, maka manusia akan menghalalkan segala cara untuk memperolehnya. Dia akan menumpu...