Langsung ke konten utama

TANDA-TANDA CINTA KEPADA ALLOH


Ramai orang berkata ia Cinta kepada Alloh Subhanahuwa Taala.  Perkataan itu hendaklah diuji terlebih dahulu adakah yang murni atau hanya palsu.
Ujian pertama adalah : Dia hendaklah tidak benci kepada mati karena tidak ada orang yang enggan bertemu dengan sahabatnya. 
Nabi Muhammad saw bersabda :
"Siapa yang ingin melihat Alloh,  Alloh ingin melihat dia."
Memang benar ada juga orang yang ikhlas cintanya kepada Alloh berasa gentar apabila mengingat kedatangan mati sebelum ia siap menyiapkan persediaan untuk pulang ke akhirat,   tetapi jika betul-betul ikhlas dia akan bertambah rajin berusaha lagi untuk menyiapkan persediaan itu.
Ujian kedua adalah : ia mestilah bersedia mengorbankan kehendaknya untuk menurut kehendak Alloh dan dengan daya upaya yang ada menghampirkan diri kepada Alloh dan benci kepada apa saja yang menjauhkan dirinya dengan Alloh.  Dosa yang dilakukan oleh seseorang itu bukanlah bukti ia tidak cinta kepada Alloh langsung tetapi itu membuktikan yang ia tidak menyintai Alloh sepenuh jiwa raganya.  
Fudhoil bin Iyadh seorang wali Alloh berkata kepada seorang lelaki :
"Jika seseorang bertanya kepada mu apakah kamu cinta kepada Alloh?  hendaklah kamu diam karena jika kamu kata:  "Saya tidak cinta kepadaNya",  maka kamu kafir dan jika kamu berkata,  "Saya cinta",  maka perbuatan kamu berlawanan dengan katamu."
Ujian yang ketiga adalah : ingat kepada Alloh itu mestilah sentiasa ada dalam hati manusia itu tanpa ditekan atau direkayasa kebenarannya,  karena apa yang kita cinta itu mestilah sentiasa kita ingat.   Sekiranya cinta itu sempurna,  ia tidak akan lupa yang dicintainya itu.   Ada juga kemungkinan bahwa sementara cinta kepada Alloh itu tidak mengambil tempat yang utama dalam hati seseorang itu,  maka cinta kepada menyintai Alloh itu mungkin mengambil tempat juga,  karena cinta itu satu hal dan cinta kepada cinta itu adalah satu masalah yang lain pula.
Ujian yang keempat adalah : kemudian menunjukkan adanya cinta kepada Alloh ialah bahwa seseorang itu cinta kepada Al-Quran,  yaiitu Kalam Alloh,  dan cinta kepada Muhammad yaitu Rasul Alloh.   Jika cintanya benar-benar kuat,  ia akan cinta kepada semua orang karena semua manusia itu adalah hamba Alloh.  Bahkan cintanya meliputi semua makhluk,  karena orang yang kasih atau cinta kepada seseorang itu tentulah kasih pula kepada kerja-kerja yang dibuat oleh kekasihnya itu dan cintanya juga kepada tulisan atau karangannya.
Ujian yang kelima adalah : ia suka duduk bersendirian untuk maksud beribadat dan ia suka malam itu cepat datang agar dapat berbicara dengan rekan atau sahabatnya tanpa ada yang menggangu.  Jika ia suka berbual-bual di siang hari dan tidur di malam hari maka itu menunjukkan cintanya tidak sempurna.  Alloh berfirman kepada Nabi Daud :
“Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat lalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat”. (Shaad:24)
Pada hakikatnya,  jika cinta kepada Alloh itu benar-benar mengambil tempat seluruhnya didalam hati seseorang itu,  maka cintanya kepada yang  lain itu tidak akan dapat mengambil tempat langsung ke dalam hati itu.  Seorang dari Bani Israel telah menjadi kebiasaan sembahyang di malam hari.
Tetapi apabila melihat burung bernyanyian di sebatang pohon dengan merdu sekali,  dia pun sembahyang di bawah pohon itu supaya dapat menikmati nyanyian burung itu.  Alloh menyuruh Nabi Daud pergi berjumpa dia dan berkata :
"Engkau telah mencampurkan cinta kepada nyanyian burung dengan cinta kepadaKu,  Martabat engkau di kalangan Auliya' Alloh telah diturunkan,"
Sebaliknya ada pula orang yang terlalu cinta kepada Alloh, suatu hari sedang ia melakukan ibadatnya kepada Alloh rumahnya telah terbakar,  tetapi ia tidak tahu dan sadar rumahnya terbakar.
Ujian yang keenam adalah : ibadahnya menjadi senang sekali.  Seorang Wali Alloh ada berkata :
"Dalam tiga puluh tahun  yang pertama saya melakukan sembahyang malam dengan susah payah sekali,   tetapi tiga puluh yang kedua sembahyang itu menjadi indah dan nikmat pula kepada saya."  Apabila cinta kepada Alloh itu sempuna,  maka tidak ada keindahan yang sebanding dengan keindahan beribadah.  
Ujian yang ke ketujuh adalah : Orang yang cinta kepada Alloh itu akan cinta kepada mereka yang taat kepada Alloh dan mereka benci kepada orang-orang kafir dan orang-orang yang durhaka kepada Alloh.  
Al-Quran menyatakan :
" Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, ."   (Hujurat:7)
Suatu masa,  Nabi bertanya kepada Alloh,  "Wahai Tuhan,  siapakah kekasihmu?" Terdengarlah jawaban,
"Siapa yang berpegang teguh kepadaKu seperti bayi dengan ibunya,  mengambil perlindungan dengan MengingatiKu seperti burung mencari perlindungan disarangnya,  dan yang marah melihat dosa seperti singa yang marah yang tidak takut kepada apa dan siapa pun."

Terjemahan Kitab Kimyatusy- Sya'adah - KIMIA KEBAHAGIAAN - Karya : Imam Al-Ghazali

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZIKIR VERSI TAREKAT

1. Enam tingkatan dalam persiapan zikir, I. Berniat Dalam niat itu diucapkan : "Ilaahi anta maqshuudii wa ridhaka mathlubi". (Ya Allah, Engkaulah yang aku maksud dan keridhaan-Mulah yang aku cari). II. Duduk Tarekat. Yaitu duduk seperti duduk tahiyat terakhir dalam sholat, kepala ditundukkan ke sisi kiri. III. Rabithatu Mursyid (rasa pertalian dgn Nabi Muhammad saw). 1. Mengucapkan: "Assalmu alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakatuh". Pada tingkat ini seolah-olah Nabi Muhammad saw hadir di depan kita bersalaman. 2. Kemudian mengucapkan: "Assalamu 'alaina wa 'ala ibadishshalihin". Mengucapkan salam atas diri dan hamba-hamba Allah swt yg sholeh. IV. Bertobat. A. Membaca Istighfar tujuh kali Diniatkan supaya diampunkan oleh Allah swt dosa kita, yaitu: 1. Mata, 2. Telinga, 3. Hidung, 4. Mulut, 5. Tangan, 6. Kaki, dan 7. Syahwat. B. Membaca Istighfar tujuh kali untuk diampunkan dosa bathin, yait...

Turunnya Qur'an

Allah menurunkan Qur'an kpd Rasul kita Muhammad saw untuk memberi petunjuk kpd manusia. Turunnya Qur'an merupakan peristiwa besar yg sekaligus menyatakan kedudukannya bg penghuni langit dan bumi. Turunnya Qur'an yg pertama kali pada malam lailatul qadar merupakan pemberitahuan kepada alam tingkat tinggi yg terdiri dari malaikat2 akan kemuliaan umat Muhammad. Umat ini telah dimuliakan Allah dgn risalah baru agar menjadi umat paling baik yg dikeluarkan bagi manusia. Turunnya Qur'an yg kedua kali secara bertahap, berbeda dgn kitab2 yg turun sebelumnya, sangat mengagetkan org dan menimbulkan keraguan terhadapnya sebelum jelas bg mereka rahasia hikmah ilahi yg ada di balik itu. Rasul saw tdk menrima risalah agung ini sekaligus dan kaumnya pun tdk pula puas dgn risalah tsb krn kesombongan dan permusuhan mrk. Oleh krn itu wahyupun turun berangsur2 untuk menguatkan hati Rasul saw dan menghiburnya serta mengikuti peristiwa dan kejadian2 sampai Allah menyempurnakan agama ini da...

Tafsir Surah Al-Fiil

AL – FIIL ( Gajah ) Surat Makkiyyah Surat ke-105 : 5 ayat "Dengan menyebut Nama Allah Yang Mahapemurah Lagi Mahapenyayang." Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Rabb-mu telah bertindak terhadap tentara gajah? (QS. 105:1) Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bab) itu sia-sia, (QS. 105:2) dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, (QS.105:3) yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, (QS. 105:4) lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat) f (QS. 105:5) Ini merupakan salah satu dari nikmat yang dengannya Allah menguji kaum Quraisy, yaitu berupa penghindaran mereka dari pasukan Gajah yang telah bertekad bulat untuk menghancurkan Ka'bah serta menghilangkan bekas keberadaannya. Maka Allah membinasakan dan menghinakan mereka, menggagalkan usaha mereka, menyesatkan perbuatan mereka, serta mengembalikan mereka dengan membawa kegagalan yang memalukan...