Langsung ke konten utama

ZIKRUL MAUT

Hidup di dunia ini sekadar mampir. Namun sayang, banyak orang yang tidak menyadari bahwa kematian bisa datang setiap saat. Kematian bisa datang kapan saja, tanpa pernah kita menyadarinya. Dia bisa datang pada saat tua, tetapi bisa juga pada saat masih muda. Oleh karena itu, betapa pentingnya kesadaran bahwa detik-detik hidup yang kita jalani bisa tiba-tiba menjadi momen kematian. Mudah-mudahan kita diberi kemudahan untuk bisa menyikapi detik yang berlalu dengan niat yang benar dan perbuatan yang utama.
Allah Swt berfirman dalam surah al-A’raf ayat 34, “Dan setiap umat mempunyai batas waktu (ajal) maka apabila datang ajal mereka, mereka tidak dapat mengundurkannya sesaatpun, dan mereka tidak pula dapat memajukannya”.
Demikian pula Rasulullah Saw telah bersabda, “Perbanyaklah kalian mengingat mati, seorang hamba yang banyak mengingat mati, maka Allah akan menghidupkan hatinya, dan Allah akan meringankan baginya rasa sakit saat kematian”.
Rasulullah mengatakan bahwa zikrul maut (mengingat mati) itu adalah salah satu upaya untuk menghidupkan hati kita. Dengan kata lain, orang-orang yang sangat jarang ingat mati, akan berpeluang memiliki hati yang keras dan membeku, lalu mati akibat akrab dengan kemaksiatan. Sayang, kita terkadang alergi ketika mendengar kata kematian. Mengapa? Kita terlalu senang pada perhiasan dunia ini. Lalu, kita ketakutan ketika semua perhiasan itu berkurang, rusak atau lenyap dari sisi kita. Padahal kalau mau jujur, dunia ini tidak seberapa. Kita hanya mampir dan mau tidak mau kita pasti mati. Kematian adalah episode yang pasti akan menimpa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZIKIR VERSI TAREKAT

1. Enam tingkatan dalam persiapan zikir, I. Berniat Dalam niat itu diucapkan : "Ilaahi anta maqshuudii wa ridhaka mathlubi". (Ya Allah, Engkaulah yang aku maksud dan keridhaan-Mulah yang aku cari). II. Duduk Tarekat. Yaitu duduk seperti duduk tahiyat terakhir dalam sholat, kepala ditundukkan ke sisi kiri. III. Rabithatu Mursyid (rasa pertalian dgn Nabi Muhammad saw). 1. Mengucapkan: "Assalmu alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakatuh". Pada tingkat ini seolah-olah Nabi Muhammad saw hadir di depan kita bersalaman. 2. Kemudian mengucapkan: "Assalamu 'alaina wa 'ala ibadishshalihin". Mengucapkan salam atas diri dan hamba-hamba Allah swt yg sholeh. IV. Bertobat. A. Membaca Istighfar tujuh kali Diniatkan supaya diampunkan oleh Allah swt dosa kita, yaitu: 1. Mata, 2. Telinga, 3. Hidung, 4. Mulut, 5. Tangan, 6. Kaki, dan 7. Syahwat. B. Membaca Istighfar tujuh kali untuk diampunkan dosa bathin, yait...

Turunnya Qur'an

Allah menurunkan Qur'an kpd Rasul kita Muhammad saw untuk memberi petunjuk kpd manusia. Turunnya Qur'an merupakan peristiwa besar yg sekaligus menyatakan kedudukannya bg penghuni langit dan bumi. Turunnya Qur'an yg pertama kali pada malam lailatul qadar merupakan pemberitahuan kepada alam tingkat tinggi yg terdiri dari malaikat2 akan kemuliaan umat Muhammad. Umat ini telah dimuliakan Allah dgn risalah baru agar menjadi umat paling baik yg dikeluarkan bagi manusia. Turunnya Qur'an yg kedua kali secara bertahap, berbeda dgn kitab2 yg turun sebelumnya, sangat mengagetkan org dan menimbulkan keraguan terhadapnya sebelum jelas bg mereka rahasia hikmah ilahi yg ada di balik itu. Rasul saw tdk menrima risalah agung ini sekaligus dan kaumnya pun tdk pula puas dgn risalah tsb krn kesombongan dan permusuhan mrk. Oleh krn itu wahyupun turun berangsur2 untuk menguatkan hati Rasul saw dan menghiburnya serta mengikuti peristiwa dan kejadian2 sampai Allah menyempurnakan agama ini da...

Tafsir Surah Al-Fiil

AL – FIIL ( Gajah ) Surat Makkiyyah Surat ke-105 : 5 ayat "Dengan menyebut Nama Allah Yang Mahapemurah Lagi Mahapenyayang." Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Rabb-mu telah bertindak terhadap tentara gajah? (QS. 105:1) Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bab) itu sia-sia, (QS. 105:2) dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, (QS.105:3) yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, (QS. 105:4) lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat) f (QS. 105:5) Ini merupakan salah satu dari nikmat yang dengannya Allah menguji kaum Quraisy, yaitu berupa penghindaran mereka dari pasukan Gajah yang telah bertekad bulat untuk menghancurkan Ka'bah serta menghilangkan bekas keberadaannya. Maka Allah membinasakan dan menghinakan mereka, menggagalkan usaha mereka, menyesatkan perbuatan mereka, serta mengembalikan mereka dengan membawa kegagalan yang memalukan...