Langsung ke konten utama

Keutamaan Bulan Ramadhan

Dari Abu Hurairah r.a bahwasanya dia berkata : " Sabda Nabi Muhammad SWA : "Celaka bagi seseorang, apabila namaku disebutkan di sisinya sedang dia tidak mau membaca sholawat untukku (Allahumma Sholli 'alaih), celaka bagi seseorang yang masih mampunyai dua orang tua atau salah satu dari keduanya, sedang dia belum pernah melaksanakan hak mereka suatu amal yang menjamin mereka masuk surga, dan celaka bago orang yang menjumpai bulan puasa, sampai dengan selesainya bulan puasa dia belum diampuni, karena sesungguhnya bulan Ramadhan itu bulan rahmat (kasih sayang) dan bulan ampunan dari Allah Ta'ala maka bilamana belum diampuni di bulan Ramadhan, tertipulah dia. (Zubdatul Waa'dzina)
Dan diriwayatkan daripadanya, alaihishsholatu wassalam : "Barangsiapa membaca sholawat seratus kali untukku pada hari jum'at, maka besok hari qiyamat dia datang dengan bersinar, sekiranya sinar itu dibagikan kepada semua makhluk niscaya mencukupinya." (Zubdatul Waa'idziin)
Dalam hadits lain Nabi Muhammad SAW bersabda : "Barangsiapa merasa gembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah mengharamkan jasadnya masuk di semua neraka."
Nabi Besar Muhammad SAW bersabda : "Apabila permulaan malam bulan Ramadhan, maka Allah berfirman : "Barangsiapa cinta kepada-Ku, maka Akupun cinta kepadanya, barangsiapa mencari Aku, maka Akupun mencarinya dan barangsiapa meminta ampun kepada-Ku, maka Akupun mengampuninya, sebab mulianya bulan Ramadhan.Maka Allah memerintahkan kepada Malaikat Kiraaman Katiban (Petugas Pencatat) agar supaya di bulan Ramadhan mereka hanya mencatat segala kebaikan mereka (umat Muhammad) dan tidak mencatat perlakuan jelek mereka dan Allah menghapus dosa-dosa mereka yang telah lewat."
Diriwayatkan bahwa shuhuf atau lembaran-lembaran Nabi Ibrahim as diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan, kitab Taurat pada malam keenam bulan Ramadhan tujuh ratus tahun sesudah shuhufnya Nabi Ibrahim as, kitab Zabur pada malam ke dua belas bulan Ramadhan selang sesudah kitab Taurat lima ratus tahun, kitab Injil pada malam kedelapan belas bulan Ramadhan sesudah kitab Zabur selang seribu dua ratus tahun dan Al-Furqan atau Al-Qur'an diturunkan pada malam ke dua puluh tujuh pada bulan Ramadhan sesudah kitab Injil selang enam ratus dua puluh tahun.
Dari Ibnu 'Abbas ra, beliau berkata : "Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : "Kalau sekiranya umatku mengetahui apa-apa (kebaikan) di dalam bulan Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar supaya tahun semuanya itu menjadi Ramadhan".
Karena semua kebaikan berkumpul di bulan Ramadhan, ketaatan bisa diterima, semua do'a dikabulkan, semua dosa diampuni dan sorga rindu kepada mereka. (Durratun Nashihin, h. 28)
"Sorga itu merindukan empat golongan manusia, yaitu : "Mereka yang membaca al-Qur'an, yang menjaga lisannya, yang mau memberi makan kepada orang yang lapar dan mereka yang berpuasa di bulan Ramadhan".
Di dalam sebuah hadits : "Apabila sudah tampak tanggal pertama bulan Ramadhan, maka berteriaklah 'Arsy, Kursi, para Malaikat dan segala sesuatu seraya mengatakan : "Untung bagi umat Muhammad saw sebab mereka mempunyai kehormatan di sisi Allah Ta'ala. Dan mereka telah dimintakan ampunan oleh matahari, bulan, bintang-bintang, burung-burung di udara, ikan di laut dan oleh semua yang berjiwa dipermukaan bumi, baik di malam hari maupun di siang hari, kecuali setan-setan terkutuk. Dan di waktu pagi hari, tidak seorangpun dari mereka yang tidak diampuni dan Allah Ta'ala berfirman kepada para Malaikat : "Serahkanlah pahala sholawat dan tasbihmu sekalian dalam bulan Ramadhan untuk umat Muhammad saw".
Dari Umar Bin Khattab ra, dari Nabi Muhammad saw bahwa beliau bersabda : "Apabila slah seorang dari kamu terbangun dari tidurnya di bulan Ramadhan dan bergerak di atas tempat tidurnya serta bergelimpangan dari samping kesamping, maka berkatalah Malaikat kepada : "Bangunlah semoga Allah Ta'ala memberkahi engkau dan kasih sayang kepada engkau. Apabila dia berdiri dengan niat akan mengerjakan sholat, maka tempat tidurnya berdo'a serta mengatakan : "Yaa Allah, berikanlah kepadanya balai-balai tempat tidur yang tinggi". Apabila dia memakai pakaian, pakaiannya berdoa serta mengatakan : "Yaa Allah, berikanlah ia pakaian dan perhiasan dari sorga". Apabila dia mengenakan sandal, maka sandalpun berdoa serta mengatakan : "Yaa Allah, kukuhkanlah dua kakinya di atas jempabatan (shirotal mustaqiem)". Apabila dia memegang gayun, maka gayunnyapun berkata : "Yaa Allah, berilah dia gelas-gelas dari sorga". Apabila mengambil air wudhu, maka airpun berdoa seraya mengatakan : "Yaa Allah, sucikanlah dia dari segala dosa dan salah". Aapabila dia mengerjakan sholat, maka rumahpun berdoa seraya mengatakan : "Yaa Allah, luaskanlah kuburnya, terangkanlah liang kuburnya dan rahmatilah ia".
Pada saat itu Allah Ta'ala melihat kepadanya dengan kasih sayang-Nya seraya berfirman : " Hai hambaKu, engkau berdo'a dan Aku mengabulkan, engkau meminta dan Aku memberi, dan engkau minta ampun, Akupun mengampuni".
Allah saw berfirman kepada Nabi Musa as : "Sesungguhnya Aku telah memberikan kepada umat Muhammad dua cahaya, agar supaya mereka tidak ditimpa oleh dua bahaya kegelapan."
Nabi Musa as. bertanya : "Apakah dua cahaya itu ya Tuhanku? Allah menjawab : "Yaitu cahaya bulan Ramadhan dan cahaya al-Qur'an." Nabi Musa bertanya lagi : "Apakah dua kegelapan itu ya Tuhan. Allah Ta'ala menjawab : "Yaitu kegelapan kubur dan kegelapan hari qiyamat."
Dari Anas bin Malik r.a dari Nabi saw ia berkata : "Barangsiapa mendatangi majlis ilmu/pengajian di bulan Ramadhan, maka Allah Ta'ala mencatat tiap-tiap langkahnya sebagai ibadah satu tahun dan dia akan bersamaku di bawah panji-panji 'Arsy, barangsiapa melanggengkan sholat jamaah di bulan Ramadhan, maka tiap-tiap rakaatnya akan diberi satu kota yang penuh dengan nikmat Allah Ta'ala, barangsiapa berbuat baik kepada kedua orangtuanya di bulan Ramadhan, maka akan memperoleh perhatian Allah saw dengan kasih sayang, sedang saya menjaminnya di dalam sorga dan seorang perempuan yang mencari keridhaan suaminya di bulan Ramadhan, maka baginya pahala sebagaiman pahala Maryam dan Aisyah, dan barangsiapa yang menolong keperluan saudaranya muslim di bulan Ramadhan, maka Allah saw akan menolong seribu keperluannya di hari qiyamat".
Dari Abu Hurairah r.a dan dari Nabi saw : "Barangsiapa memberi penerangan lampu di masjid dalam bulan Ramadhan, maka baginya cahaya di dalam kuburnya dan di catat untuknya pahala orang-orang yang sholat di dalam masjid itu, dan para malaikat sama memohon tambahnya kebaikan (sholawat) untuknya, bahkan para malaikat pembawa 'Arsypun memohonkan ampunan untuknya selama lampu itu ada di masjid."
Dari Nabi saw : "Apabila permulaan bulan Ramadhan, maka diikatlah semua setan dan jin durhaka, ditutuplah pintu-pintu neraka, tidak sebuah pintupun yang dibuka, dan dibukalah semua pintu sorga, tidak sebuah pintupun ditutup. Dan pada tiap-tiap malam bulan Ramadhan, Allah Ta'ala berfirman tiga kali : "Apa ada orang yang meminta, maka akan Ku beri tobat kepadanya, apa ada orang yang tobat, maka Ku beri tobat kepadanya, apa ada orang minta ampun, maka akan Ku beri ampun? Pada tiap-tiap hari di bulan Ramadhan, Allah ta'ala membebaskan sejuta hamba dari neraka yang seharusnya menerima siksa, apabila di hari jum'at maka tiap-tiap saat/jam Allah ta'ala membebaskan sejuta hamba dari neraka dan apbila hari akhir bulan Ramadhan, maka Allah membebaskan hamba sebanyak bilangan hamba yang dibebaskan sejak pertama bulan Ramadhan.    
Sumber : Durratun Nashihin, Syekh Usman Al-Khaibawi.



Komentar

Pos populer dari blog ini

ZIKIR VERSI TAREKAT

1. Enam tingkatan dalam persiapan zikir, I. Berniat Dalam niat itu diucapkan : "Ilaahi anta maqshuudii wa ridhaka mathlubi". (Ya Allah, Engkaulah yang aku maksud dan keridhaan-Mulah yang aku cari).
II. Duduk Tarekat. Yaitu duduk seperti duduk tahiyat terakhir dalam sholat, kepala ditundukkan ke sisi kiri.
III. Rabithatu Mursyid (rasa pertalian dgn Nabi Muhammad saw). 1. Mengucapkan: "Assalmu alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakatuh". Pada tingkat ini seolah-olah Nabi Muhammad saw hadir di depan kita bersalaman. 2. Kemudian mengucapkan: "Assalamu 'alaina wa 'ala ibadishshalihin". Mengucapkan salam atas diri dan hamba-hamba Allah swt yg sholeh.
IV. Bertobat. A. Membaca Istighfar tujuh kali Diniatkan supaya diampunkan oleh Allah swt dosa kita, yaitu: 1. Mata, 2. Telinga, 3. Hidung, 4. Mulut, 5. Tangan, 6. Kaki, dan 7. Syahwat.
B. Membaca Istighfar tujuh kali untuk diampunkan dosa bathin, yaitu: 1. Latifatul Qalbi, 2. Latifatur Ruh, 3. Lati…

Tafsir Surah Al-Fiil

AL – FIIL ( Gajah ) Surat Makkiyyah Surat ke-105 : 5 ayat "Dengan menyebut Nama Allah Yang Mahapemurah Lagi Mahapenyayang."
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Rabb-mu telah bertindak terhadap tentara gajah? (QS. 105:1) Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bab) itu sia-sia, (QS. 105:2) dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, (QS.105:3) yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, (QS. 105:4) lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat) f (QS. 105:5) Ini merupakan salah satu dari nikmat yang dengannya Allah menguji kaum Quraisy, yaitu berupa penghindaran mereka dari pasukan Gajah yang telah bertekad bulat untuk menghancurkan Ka'bah serta menghilangkan bekas keberadaannya. Maka Allah membinasakan dan menghinakan mereka, menggagalkan usaha mereka, menyesatkan perbuatan mereka, serta mengembalikan mereka dengan membawa kegagalan yang memalukan. Mereka adalah kaum Nasr…

Kisah Rabiah al-Adawiyah dan Hasan al-Basry

Bahwa setelah meninggal suami Rabiatul adawiyah, maka datanglah Hasan Al-Basry bersama kawannya serta minta izin kepada Rabiah untuk masuk rumahnya. Rabiahpun mengizinkannya masuk dan dia menutupkan hijab atau aling-aling serta merta dia duduk di balik hijab itu. Kata Hasan al-Basry kepada Rabiah : "Sesungguhnya suamimu telah meninggal dunia, maka engkau harus bersuami pula  !" Kata Rabiah : Baiklah, tapi siapakah di antara kalian yang paling alim maka saya dambakan diri saya sebagai istrinya". Mereka menjawab : "Yang paling alim ialah Hasan al-Basry". Kata Rabiah : "Apabila engkau bisa menjawab empat buah pertanyaan saya, maka saya rela menjadi istrimu". Kata Hasan : "Bertanyalah, semoga Allah menolongku untuk menjawabnya". Rabiah bertanya :"Bagaimana pendapatmu, kalau saya mati dan keluar dari dunia ini, saya berbekal iman atau tidak?" Kata Hasan : "Itu adalah sesuatu yang ghaib dan hanya Allahlah yang Maha Mengetah…