Langsung ke konten utama

Postingan populer dari blog ini

ZIKIR VERSI TAREKAT

1. Enam tingkatan dalam persiapan zikir, I. Berniat Dalam niat itu diucapkan : "Ilaahi anta maqshuudii wa ridhaka mathlubi". (Ya Allah, Engkaulah yang aku maksud dan keridhaan-Mulah yang aku cari).
II. Duduk Tarekat. Yaitu duduk seperti duduk tahiyat terakhir dalam sholat, kepala ditundukkan ke sisi kiri.
III. Rabithatu Mursyid (rasa pertalian dgn Nabi Muhammad saw). 1. Mengucapkan: "Assalmu alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakatuh". Pada tingkat ini seolah-olah Nabi Muhammad saw hadir di depan kita bersalaman. 2. Kemudian mengucapkan: "Assalamu 'alaina wa 'ala ibadishshalihin". Mengucapkan salam atas diri dan hamba-hamba Allah swt yg sholeh.
IV. Bertobat. A. Membaca Istighfar tujuh kali Diniatkan supaya diampunkan oleh Allah swt dosa kita, yaitu: 1. Mata, 2. Telinga, 3. Hidung, 4. Mulut, 5. Tangan, 6. Kaki, dan 7. Syahwat.
B. Membaca Istighfar tujuh kali untuk diampunkan dosa bathin, yaitu: 1. Latifatul Qalbi, 2. Latifatur Ruh, 3. Lati…

KISAH SINGA DAN GAJAH

Di sebuah hutan terdapat raja hutan (singa) yang merasa dirinya hebat, dan untuk melegalisasikan kehebatannya, maka si singa bertanya kepada sebagian penghuni hutan. Bertanyalah si singa kepada seekor gorila.


Singa: “Hai gorila, siapakah yang paling gagah di hutan ini?”


Gorila: “Anda tuanku Baginda.”


Banggalah si singa mendengar itu. Kemudian ia bertemu dengan seekor banteng.


Singa: “Hai banteng, siapakah yang paling gagah dan hebat di hutan ini?”


Banteng: “Sudah tentu Anda Baginda Raja hutan.”


Mendengar jawaban-jawaban dari sebagian hewan yang ia temui, merasa sombonglah si singa. Kemudian ia berjalan kembali dengan PDnya, dan di tengah jalan ia bertemu dengan seekor gajah.


Singa: “Hai gajah,Kau adalah hewan dengan hidung,telinga,dan badan terbesar di hutan ini,mungkin otakmu juga sebesar tubuhmu,,aku mau tanya, siapakah yang paling gagah dan perkasa di hutan ini?”


akan Tetapi gajah tidak menjawab, dan di luar dugaan singa, gajah langsung menghajar dan menginjak-injak singa hingga babak belu…

Takhrij Hadits tentang Azab Bagi Pembuat Lukisan

BAB I PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
    Meneliti kebenaran suatu berita, merupakan bagian dari upaya membenarkan yang benar dan membatalkan yang batil. Kaum muslim sangat besar perhatiannya dalam segi ini, baik untuk penetapan suatu pengetahuan atau pengambilan suatu dalil. Terlebih jika hal itu berkaitan dengan riwayat hidup Nabi mereka atau ucapan dan perbuatan yang dinisbahkan kepada beliau.Hal ini merupakan langkah pertama dan upaya realistis yang harus dilakukan sebelum melakukan pemahaman dan kajian lebih lanjut.     Adalah kewajiban kaum muslim untuk memahami hadits dengan semua ciri khas dan karekteristik yang komprehensif, saling melengkapi, seimbang dan penuh kemudahan. Kaum muslim juga harus memperhatikan dan berusaha memahami hadits Nabi dengan sebaik-baiknya dan berinteraksi dengannya dalam aspek hukum dan moral. Artinya, dalam pemahaman terhadap hadits, kontak dialogis antara nash dengan setting sosial budaya ketika hadits itu muncul harus dipahami. Langkah selanjutnya adalah…